Menghindari Chasing Loss dalam Taruhan Sportsbook Online
Dalam taruhan sportsbook online, chasing loss adalah musuh paling berbahaya—lebih berbahaya daripada odds rendah, lebih merusak daripada salah analisis, dan lebih cepat menghabiskan bankroll daripada satu kekalahan besar. Chasing loss terjadi ketika pemain berusaha mengejar kerugian dengan taruhan berikutnya, biasanya dengan nominal lebih besar atau pilihan lebih berisiko, demi “balik modal” secepat mungkin.
Masalahnya, chasing loss jarang menyelesaikan apa pun. Ia justru mempercepat kerugian, mengaburkan penilaian, dan memicu rangkaian keputusan emosional. Artikel ini membahas mengapa chasing loss terjadi, tanda-tandanya, dampaknya terhadap keputusan, serta langkah-langkah praktis untuk menghindarinya—agar taruhan tetap rasional dan terkendali.
Apa Itu Chasing Loss?
Chasing loss adalah pola perilaku ketika pemain:
- Baru saja kalah → langsung memasang taruhan lagi
- Menaikkan nominal untuk menutup kerugian
- Mengambil odds lebih tinggi dari biasanya
- Mengubah rencana awal demi “sekali ini saja”
Intinya, taruhan berikutnya tidak lagi didorong oleh analisis, melainkan oleh emosi—rasa tidak terima, frustrasi, dan dorongan untuk mengembalikan keadaan.

Mengapa Chasing Loss Sangat Menggoda
Chasing loss terasa masuk akal di kepala pemain karena beberapa alasan psikologis:
- Loss Aversion
Rasa sakit karena kalah lebih kuat daripada rasa senang saat menang. Otak ingin segera menghapus rasa sakit itu.
- Ilusi Kontrol
Pemain merasa “kalau saya ganti pilihan/odds, pasti balik”.
- Tekanan Waktu
Ada dorongan untuk menyelesaikan masalah “sekarang juga”, bukan menunggu.
- Sunk Cost Fallacy
“Sudah keluar banyak, masa berhenti sekarang?” Semua ini membuat chasing loss terasa rasional, padahal tidak.
Mengapa Chasing Loss Selalu Merugikan
Chasing loss hampir selalu berakhir buruk karena:
- Odds tidak berubah demi Anda
Peluang tetap sama. Kerugian sebelumnya tidak membuat taruhan berikutnya lebih “wajib menang”.
- Risiko meningkat drastis
Nominal naik, odds lebih tinggi, atau parlay berisiko—varians melonjak.
- Kualitas keputusan turun
Emosi mengambil alih, analisis menjadi pembenaran.
- Kerugian terakumulasi
Satu kekalahan kecil bisa berubah menjadi kekalahan besar dalam satu sesi.
Tanda-Tanda Anda Mulai Chasing Loss
Kenali tanda-tanda awal berikut:
- Merasa harus memasang taruhan lagi setelah kalah
- Menaikkan nominal “sedikit saja”
- Mengambil odds yang biasanya Anda hindari
- Menggabungkan parlay tanpa alasan kuat
- Mengubah rencana yang sudah ditetapkan
- Berpikir “kalau ini kena, beres”
Jika dua atau lebih tanda muncul, berhenti sejenak. Itu sinyal bahaya.
Kesalahan Umum Saat Chasing Loss
- Menaikkan Nominal Tanpa Dasar
Ini kesalahan paling umum.
“Naikkan sedikit biar nutup.”
Padahal kenaikan nominal tidak meningkatkan peluang, hanya meningkatkan potensi kerugian.
- Beralih ke Odds Tinggi
Odds tinggi terlihat seperti jalan pintas. Faktanya:
- Odds tinggi menang jarang
- Varians besar
- Cocoknya porsi kecil, bukan penyelamat kerugian
- Memaksakan Parlay
Parlay sering dipilih karena terlihat “sekalian”. Namun:
- Risiko terakumulasi
- Satu hasil merusak semuanya
- Margin sportsbook lebih besar
Parlay saat emosi = resep bencana.
- Mengganti Pasar Tanpa Analisis
Dari 1X2 pindah ke correct score, lalu ke over/under—semua tanpa konteks. Ini tanda panik, bukan strategi.
Kerangka Praktis Menghindari Chasing Loss
- Langkah 1: Tetapkan Stop-Loss Sebelum Bermain
Stop-loss adalah batas kerugian sesi (mis. -5% sampai -10% dari bankroll sesi).
Aturan emas: ketika stop-loss tercapai, berhenti. Tidak ada negosiasi.
Stop-loss melindungi Anda dari spiral emosi.
- Langkah 2: Pisahkan Sesi, Bukan “Balik di Sesi yang Sama”
Jika hari ini rugi, terima. Jangan mencoba membalikkan di sesi yang sama. Emosi masih panas.
Lebih sehat:
- Tutup sesi
- Evaluasi singkat
- Kembali di hari lain dengan pikiran netral
- Langkah 3: Gunakan Unit Tetap
Taruhan dengan unit tetap (mis. 1 unit = 1% bankroll sesi).
Hindari:
- 2–3 unit karena emosi
- “All-in” untuk menutup kerugian
Unit tetap menjaga konsistensi risiko.
- Langkah 4: Ubah Pertanyaan Saat Kalah
- Alih-alih bertanya:
“Taruhan apa yang bisa nutup?”
- Tanyakan:
“Apakah taruhan berikutnya ini bernilai tanpa melihat kerugian saya?” Jika jawabannya tidak, jangan pasang.
- Langkah 5: Jeda 10–15 Menit
Chasing loss melemah saat emosi turun. Jeda singkat:
- Menurunkan impuls
- Mengembalikan logika
- Menghindari keputusan tergesa
Aturan sederhana: tidak ada taruhan baru dalam 10 menit setelah kalah.
Manajemen Emosi: Kunci Utama
Chasing loss bukan masalah teknis, melainkan emosional. Melatih kebiasaan berikut:
- Terima kekalahan kecil sebagai biaya bermain
- Netral terhadap hasil—menang/kalah bukan cerminan kecerdasan
- Pisahkan harga diri dari hasil taruhan
Semakin cepat Anda menerima kalah kecil, semakin kecil peluang Anda mengejar dan kalah besar.
Mitos yang Perlu Dibuang
- “Kalau saya ganti odds, pasti balik.” → Tidak ada jaminan.
- “Satu lagi saja.” → Jarang berhenti di satu.
- “Hari ini sial, besok pasti kebalik.” → Setiap hari independen.
- “Sudah dekat.” → Tidak ada konsep “dekat” di probabilitas.
Contoh Skenario (Hipotetis)
- Bankroll sesi: 1.000
- Unit: 10 (1%)
- Stop-loss: -80
Kalah 3 taruhan berturut-turut = -30. Keputusan sehat: lanjut dengan unit sama atau berhenti jika emosi naik. Chasing loss: naikkan jadi 50 dengan odds tinggi → kalah → -80 cepat. Perbedaannya bukan pada pertandingan, tetapi keputusan setelah kalah.
Kapan Boleh Melanjutkan Setelah Kalah?
Melanjutkan boleh jika:
- Stop-loss belum tercapai
- Emosi stabil
- Taruhan berikutnya bernilai secara independen
- Unit tetap
Jika salah satu tidak terpenuhi, berhenti.
Checklist Anti–Chasing Loss
Gunakan checklist ini sebelum memasang taruhan setelah kalah:
- Apakah unit saya berubah?
- Apakah saya memilih pasar/odds yang biasanya saya hindari?
- Apakah alasan saya murni value, bukan emosi?
- Apakah stop-loss hampir tercapai?
Jika dua jawaban “ya”, jangan pasang.
Peran Catatan Taruhan
Mencatat taruhan membantu:
- Mengungkap pola chasing
- Menilai keputusan vs hasil
- Mengurangi bias ingatan
Tuliskan alasan taruhan, bukan hanya skor akhir.
Mengganti Tujuan Bermain
- Alihkan tujuan dari:
“Balik modal hari ini”
- menjadi:
“Mengambil keputusan bernilai dan disiplin”
Tujuan proses mengurangi tekanan dan memperpanjang umur bankroll.
Chasing Loss vs Value Betting
Value betting mencari nilai jangka panjang. Chasing loss mencari kelegaan instan. Keduanya bertolak belakang. Jika Anda ingin bertahan:
- Terima varians
- Hormati stop-loss
- Fokus konsistensi, bukan heroik




Post Comment